SURABAYA SEBAGAI TRAUMA YANG TAK TERUCAP DALAM ARENA PERJUANGAN 1945
Abstract
Perjuangan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945 tidak hanya menuntut keberanian secara fisik, tetapi juga menghadirkan tekanan psikologis yang berat bagi para pejuang Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jejak trauma psikologis yang dialami serta strategi ketahanan mental yang dikembangkan selama masa pertempuran Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah historiografi dengan pendekatan kualitatif, mengkaji dokumen sejarah, laporan kesaksian saksi, dan arsip militer. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pengalaman psikologis yang mengandung trauma bagi para korban seperti kehilangan anggota keluarga, kehancuran tempat tinggal, dan teror militer Belanda meninggalkan dampak psikologis jangka panjang. Disisi lain, solidaritas sosial, motivasi nasionalisme, dan ritual budaya menjadi faktor yang penting dalam membangun ketahanan mental bagi para pejuang dan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya diperoleh melalui pengorbanan fisik, tetapi juga melalui perjuangan psikologis yang mendalam, menegaskan pentingnya memahami dimensi mental dalam konteks sejarah perang kemerdekaan.