This is an outdated version published on 2025-10-26. Read the most recent version.

Etika Perang Sebagai Solusi: Moral Warfare dan Keadilan Qisas dalam Kontra-Insurgensi Papua

Authors

  • Alif Asy'ari Universitas Pertahanan Author

Keywords:

Kontra-Insurgensi, Papua, Etika Militer, Moral Warfare, Hukum Qisas

Abstract

Operasi kontra-insurgensi di Papua menghadirkan persoalan strategis dan etis yang kompleks. Berbagai bukti menunjukkan bahwa pendekatan yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan justru berbalik menjadi bumerang karena memperpanjang siklus kekerasan dan mengikis kepercayaan masyarakat, padahal legitimasi adalah inti dari perang asimetris. Artikel ini hadir untuk menelaah konflik Papua melalui perspektif etika pertahanan modern, seperti Just War Theory dan Moral Warfare, sekaligus menyelami nilai-nilai keadilan universal dalam hukum Qisas Islam sebagai sebuah tawaran solusi strategis. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif tentang etika militer, hukum Islam, strategi pertahanan, dan data empiris konflik Papua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip moral warfare, yang menekankan legitimasi, pengekangan diri, dan akuntabilitas dengan nilai Qisas, khususnya keadilan proporsional dan mekanisme restoratif (diyat, al-’afwu) mampu membentuk sebuah kerangka operasional yang lebih komprehensif dan efektif. Aspek restoratif dalam Qisas tidak hanya relevan untuk memulihkan korban sipil, tetapi juga membuka jalan bagi program reintegrasi mantan kombatan. Dengan demikian, pendekatan moral warfare yang diperkaya nilai-nilai Qisas menghadirkan suatu paradigma baru, di mana pertimbangan etika dan strategi menyatu menjadi fondasi kokoh untuk membangun kepercayaan sosial dan mewujudkan perdamaian hakiki di Papua.

Published

2025-10-26

Versions

How to Cite

Etika Perang Sebagai Solusi: Moral Warfare dan Keadilan Qisas dalam Kontra-Insurgensi Papua. (2025). Peperangan Asimetris, 11(1). https://fsp.jurnalmultikademia.online/pa/article/view/58