PRA-PANDEMI COVID-19 DI PANGKALAN TNI ANGKATAN UDARA RADEN SADJAD NATUNA SUATU PELAYANAN PERDANA DI INDOENSIA
Keywords:
peran, evaluasi, Pangkalan Udara Raden SadjadAbstract
Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia diawali melalui pelaksanaan misi kemanusiaan berupa observasi dan karantina di Natuna. Ratusan warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok—sebagai pusat awal penyebaran pandemi Covid-19—dipindahkan ke Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Natuna, untuk menjalani observasi kesehatan selama 14 hari sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Penelitian ini berfokus pada peran Pangkalan TNI AU Raden Sadjad Natuna dalam pelaksanaan misi observasi dan karantina warga negara Indonesia dari Wuhan pada Februari 2020, serta menganalisis potensi pemanfaatan kembali pangkalan tersebut sebagai lokasi karantina kesehatan di masa mendatang. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan teori peran serta model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pangkalan TNI AU Raden Sadjad Natuna dalam misi observasi dan karantina warga negara Indonesia dari Wuhan berperan sebagai fasilitator, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan misi tersebut. Selain itu, pangkalan ini dinilai memiliki fasilitas dan infrastruktur yang memadai apabila di masa depan difungsikan sebagai kawasan karantina kesehatan. Namun demikian, perencanaan yang matang serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam proses diseminasi informasi menjadi catatan penting dalam pemanfaatan pangkalan militer—khususnya Pangkalan TNI AU Raden Sadjad Natuna—sebagai lokasi karantina kesehatan.