AKSIOLOGI ILMU PERTAHANAN DAN KRISIS NILAI KEMANUSIAAN DALAM PENGGUNAAN DRONE TEMPUR RUSIA–UKRAINA
Keywords:
axiologi, drone tempur, perang Rusia-Ukrainan, nilai kemanusiaan, etika perangAbstract
Integrasi drone tempur dalam perang Rusia–Ukraina telah mengubah karakter peperangan menjadi lebih otomatis, impersonal, dan berjarak dari pertimbangan moral. Artikel ini mengkaji krisis nilai kemanusiaan yang muncul dari operasi militer berbasis drone melalui pendekatan kualitatif–deskriptif–filosofis. Dengan merujuk pada etika tanggung jawab Hans Jonas, konsep banality of evil Hannah Arendt, dan teori nilai Max Scheler, penelitian ini menganalisis bagaimana efek jarak, percepatan keputusan, serta proses penargetan berbasis algoritma memperlemah refleksi moral dan akuntabilitas individu. Konflik Rusia–Ukraina menjadi lensa empiris untuk menilai erosi nilai kemanusiaan yang tampak dalam serangan presisi, loitering munitions, dan drone FPV. Artikel ini menegaskan bahwa ketiadaan kerangka moral yang mampu mengimbangi kemajuan teknologi menciptakan ketidakseimbangan antara kemampuan destruktif dan tanggung jawab etis. Temuan ini memberikan kontribusi aksiologis bagi ilmu pertahanan serta menekankan pentingnya prinsip kemanusiaan dalam pengembangan teknologi pertahanan masa depan.