STRATEGI SINERGITAS TNI, POLRI, DAN PEMERINTAH DAERAH PADA TAHAP MITIGASI BENCANA: STUDI KASUS ERUPSI GUNUNG RUANG UNTUK PENGUATAN KETANGGUHAN WILAYAH
Keywords:
Ketangguhan Wilayah, Mitigasi BencanaAbstract
Sinergitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Pemerintah Daerah (Pemda) pada tahap mitigasi bencana sebagai fondasi ketangguhan wilayah, merupakan elemen penting pada mitigasi bencana di sebuah wilayah. Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, yang terjadi pada tahun 2024 menjadi sebuah studi kasus penting pelaksanaan sinergitas ini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif diselenggarakan penelitian terkait hal ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga telah terjalin dan diupayakan, namun efektivitasnya masih belum optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya tumpang tindih kewenangan yang belum terselesaikan, perencanaan mitigasi yang cenderung bersifat sektoral tanpa integrasi menyeluruh, minimnya pelaksanaan latihan gabungan yang terstruktur dan periodik, serta keterbatasan infrastruktur dan jangkauan sistem peringatan dini.
Berdasarkan temuan tersebut, strategi yang dirumuskan mencakup beberapa rekomendasi kunci seperti; Pembentukan sistem komando terpadu yang adaptif berdasarkan prinsip Incident Command System (ICS); Peningkatan frekuensi dan kualitas latihan terpadu dan simulasi gabungan secara periodik; Penguatan infrastruktur mitigasi yang multi-modal dan adaptif terhadap risiko spesifik wilayah. Keempat, implementasi prinsip collaborative governance untuk Disaster Risk Reduction (DRR) yang melibatkan semua pemangku kepentingan. Strategi-strategi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang lebih terstruktur dan responsif, sehingga Indonesia dapat menghadapi ancaman bencana secara lebih efektif dan berkelanjutan.