Archives
-
Operasi Gabungan
Vol. 11 No. 1 (2025)Fokus edisi ini adalah kajian konseptual, empiris, dan analitis mengenai integrasi multi-matra dalam strategi pertahanan modern. Isu-isu yang dibahas meliputi:
-
perencanaan dan pelaksanaan operasi gabungan darat–laut–udara,
-
peran siber dan ruang angkasa dalam kampanye militer terpadu,
-
doktrin dan praktik interoperabilitas TNI serta koalisi multinasional,
-
dinamika C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance),
-
studi kasus operasi gabungan bersejarah dan relevansinya bagi tantangan kontemporer.
Melalui tema ini, jurnal berupaya memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dan praktik strategi militer, sekaligus memperkaya perspektif akademik dan praktis tentang operasi gabungan sebagai pilar utama pertahanan negara.
-
-
Tugas Perbantuan
Vol. 12 No. 1 (2026)Tugas Perbantuan merupakan catatan kegiatan yang memuat pelaksanaan tugas tambahan atau penugasan khusus di luar tugas pokok dan fungsi utama, yang diberikan oleh atasan atau institusi terkait dalam rangka mendukung pencapaian tujuan organisasi. Jurnal ini berfungsi sebagai alat dokumentasi dan evaluasi atas kontribusi personel dalam pelaksanaan tugas perbantuan, baik yang bersifat administratif, operasional, akademik, maupun penugasan lintas unit dan/atau lintas instansi.
Melalui Jurnal SKM Tugas Perbantuan, setiap kegiatan dicatat secara sistematis meliputi waktu pelaksanaan, uraian kegiatan, bentuk kontribusi, hasil yang dicapai, serta keterkaitannya dengan sasaran kinerja organisasi. Pencatatan ini bertujuan untuk memastikan akuntabilitas, transparansi, dan keterukuran kinerja, sekaligus menjadi dasar penilaian kinerja individu dalam periode tertentu.
-
Dimensi Non-Militer dalam Kampanye
Vol. 11 No. 2 (2025)Edisi ini fokus pada peran instrumen di luar kekuatan tempur dalam mendukung tujuan strategis pertahanan dan keamanan. Kajian meliputi dinamika diplomasi, media, opini publik, psikologi massa, hukum internasional, serta pemanfaatan sumber daya nasional dalam membentuk legitimasi dan efektivitas kampanye militer.
Tulisan-tulisan yang dimuat mengeksplorasi:
-
bagaimana strategi komunikasi dan propaganda memengaruhi persepsi lawan maupun masyarakat,
-
peran hubungan sipil–militer dalam menjaga dukungan nasional,
-
kontribusi diplomasi pertahanan dan kerja sama internasional,
-
integrasi aspek politik, ekonomi, dan budaya sebagai bagian dari instrumen kekuatan nasional.
Dengan demikian, edisi ini menegaskan bahwa keberhasilan kampanye militer tidak hanya ditentukan oleh kekuatan senjata, tetapi juga oleh sinergi instrumen non-militer dalam kerangka comprehensive national power.
-
-
Stabilitas Kawasan
Vol. 12 No. 2 (2026)Stabilitas kawasan merupakan elemen fundamental dalam dinamika keamanan kontemporer yang tidak lagi dipahami semata-mata sebagai ketiadaan konflik, tetapi sebagai kondisi multidimensional yang mencerminkan keseimbangan politik, keamanan, ekonomi, sosial, dan strategis antarnegara. Dalam lingkungan global yang ditandai oleh meningkatnya kompleksitas ancaman—mulai dari rivalitas geopolitik, konflik asimetris, disrupsi teknologi, hingga tantangan non-tradisional seperti keamanan siber, energi, pangan, dan perubahan iklim—stabilitas kawasan menjadi isu strategis yang menuntut pendekatan analitis yang komprehensif.
Topik ini membuka ruang kajian terhadap berbagai faktor yang membentuk stabilitas, termasuk arsitektur keamanan regional, diplomasi pertahanan, dinamika aliansi, peran organisasi regional, manajemen konflik, deterrence, serta interaksi antara kekuatan besar dan negara berkembang. Selain itu, stabilitas kawasan juga berkaitan erat dengan dimensi non-militer, seperti ketahanan nasional, integrasi ekonomi, keamanan manusia, serta tata kelola global.
Jurnal ini mendorong kontribusi akademik yang menelaah stabilitas kawasan dari perspektif strategis, teoritis, maupun empiris. Artikel dapat mencakup analisis kebijakan, studi kasus regional, evaluasi strategi pertahanan, transformasi ancaman, hingga implikasi teknologi dan informasi terhadap keseimbangan kekuatan. Dengan pendekatan interdisipliner, pembahasan stabilitas kawasan diharapkan mampu memperkaya diskursus ilmiah sekaligus memberikan relevansi praktis bagi pengambilan keputusan strategis di bidang pertahanan dan keamanan.