STRATEGI SINERGI POLRI-TNI MELALUI PENGEMBANGAN SDM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL
Keywords:
Strategi, Sinergi, Polri, tni, Sumberdaya Manusia, Tantangan GlobalAbstract
Sinergi Polri-TNI menjadi fokus utama dalam upaya menghadapi tantangan global yang bersifat VUCA. Dalam konteks ini, pengembangan sumber daya manusia (SDM) memainkan peran krusial dalam memastikan sinergi yang efektif antara kedua institusi. Pentingnya sinergi ini tidak hanya didasarkan pada kerjasama operasional di lapangan, tetapi juga pada koordinasi yang kokoh dan kolaborasi yang terintegrasi di semua tingkatan. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, masih meninggalkan perbedaan pemahaman yang menjadi kendala dalam sinergi Polri-TNI dalam menghadapi tantangan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dalam pengembangan sumber daya manusia yang dapat meningkatkan kemampuan personel Polri dan TNI guna mendukung sinergi di antara kedua institusi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif diskriptif. Sumber data diambil berdasarkan wawancara kepada informan yang representatif pada tingkatan Mabes Polri dan Mabes TNI, Kepolisian Resort dan Komando Distrik Militer di Jakarta, Bekasi dan Yogyakarta. Periode penelitian Maret - Agustus 2024, analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan program pengembangan sumber daya manusia yang dapat meningkatkan sinergi Polri-TNI meliputi tujuan (Ends) yaitu soliditas dan kerjasama Polri-TNI yang baik dalam menghadapi tantangan global melalui kepemimpin TNI-Polri yang mampu mengatasi persoalan yang menjadi kendala dalam sinergi Polri-TNI serta solutif, ketersediaan aturan hukum, sarana prasarana dan SDM memadai dan unggul. Sementara cara yang digunakan (Ways) adalah meningkatkan kegiatan integratif, kemampuan SDM Polri-TNI yang kolaboratif dan komunikatif. Sedangkan prasarana yang digunakan (Means) meliputi komponen hardware seperti fasilitas Pusat Pendidikan dan Latihan, peralatan militer dan simulasi; software (teknologi, jaringan dan koneksi, kurikulum) dan brainware (instruktur, dosen, guru militer)