Kolaborasi Penerapan Quadruple Helix TNI Angkatan Udara dan Dirgantara Indonesia Dalam Penguatan Industri Pertahanan Nasional (Studi Kasus Pengadaan Pesawat NC-212 di PTDI)

Authors

  • Bima Darmawanto Universitas Pertahanan RI Author
  • Yusuf Ali Universitas Pertahanan RI Author
  • Marsono Universitas Pertahanan RI Author

Keywords:

Quadruple Helix, kolaborasi strategis, industri pertahanan nasional, TNI AU, PT. Dirgantara Indonesia, NC-212

Abstract

Industri pertahanan nasional memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan dan kemandirian bangsa. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memerlukan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang mandiri dan adaptif terhadap kebutuhan pertahanan nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kolaborasi antara TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam konteks penerapan model Quadruple Helix, yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat industri pertahanan nasional. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pengadaan pesawat NC-212, penelitian ini mengeksplorasi mekanisme sinergi, hambatan, dan efektivitas transfer teknologi antaraktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi TNI AU–PTDI belum sepenuhnya terstruktur secara sistemik; keterbatasan koordinasi, komunikasi, serta ketidakterpaduan kebijakan menjadi hambatan utama dalam mewujudkan kemandirian teknologi pertahanan. Namun, penerapan konsep Quadruple Helix terbukti dapat memperkuat inovasi, efektivitas transfer teknologi, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung kebijakan pertahanan nasional. Penelitian ini memberikan rekomendasi penguatan koordinasi lintas aktor, optimalisasi riset kolaboratif, dan pembentukan mekanisme kebijakan terpadu sebagai langkah strategis menuju kemandirian industri pertahanan Indonesia.

Downloads

Published

2025-11-02