Etika Pertahanan Elit dan Dilema Disinformasi sebagai Instrumen Deterrence dalam Perang Hibrida Indonesia 2020–2025

Authors

  • Faradila Nur Adeli Author

Keywords:

deterrence, disinformasi, Etika Pertahanan Elit, perang hibrida, ketahanan nasional, Akuntabilitas

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik normatif dan strategis yang muncul ketika disinformasi digunakan sebagai instrumen deterrence (daya tangkal) dalam konteks Perang Hibrida Indonesia antara tahun 2020 dan 2025. Perang Hibrida di Indonesia melibatkan spektrum instrumen yang luas, termasuk manipulasi informasi, yang digunakan oleh aktor-aktor elit, baik untuk tujuan strategis eksternal maupun kontrol domestik. Dengan menggunakan kerangka etika konsekuensialis dan deontologis, didukung oleh konsep Meaningful Human Control (MHC), penelitian ini menemukan bahwa penggunaan disinformasi oleh elit menciptakan paradoks strategis: meskipun mungkin efektif dalam jangka pendek untuk deception atau signaling, praktik ini secara fundamental merusak akuntabilitas elit dan mengikis kepercayaan publik, yang merupakan pilar krusial dari Ketahanan Nasional. Analisis menunjukkan bahwa represi digital dan lawfare oleh elit politik telah mengubah alat pertahanan hibrida menjadi ancaman internal terhadap integritas demokrasi. Disarankan agar Indonesia menggeser paradigma deterrence dari manipulasi informasi (disinformasi) menuju penguatan ketahanan publik (resilience) melalui literasi digital dan penegakan kerangka akuntabilitas etis yang adaptif terhadap operasi informasi yang terotomatisasi.

Downloads

Published

2025-11-14