STRATEGI TNI DALAM MENGATASI FAHAM TERORISME  ORGANISASI PAPUA MERDEKA (OPM) DI KALANGAN AKADEMISI GUNA MENCEGAH DISINTEGRASI BANGSA

Authors

  • Irfan Amir Universitas Pertahanan RI Author

Keywords:

Strategi TNI, Terorisme, OPM, Akademisi, Integrasi Bangsa

Abstract

Perkembangan ancaman ideologis di Indonesia menunjukkan bahwa penyebaran faham terorisme Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak lagi terbatas pada aktivitas bersenjata, tetapi telah merambah ke lingkungan akademik melalui media sosial, forum ilmiah, dan jaringan internasional. Kondisi ini menjadi ancaman serius terhadap ketahanan ideologi dan potensi disintegrasi bangsa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya aktivitas propaganda OPM di kalangan akademisi yang memanfaatkan isu hak asasi manusia dan penentuan nasib sendiri untuk memengaruhi opini publik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi TNI dalam mengatasi penyebaran faham terorisme OPM di kalangan akademisi guna mencegah disintegrasi bangsa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumen dari berbagai informan kunci yang terdiri atas unsur TNI, akademisi, dan aparat penegak hukum. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan Fishbone Analysis untuk mengidentifikasi akar masalah dan SWOT Analysis untuk merumuskan strategi. Hasil penelitian menunjukkan tiga permasalahan utama yang dihadapi TNI, yaitu: lemahnya pengawasan akademik terhadap infiltrasi ideologi terorisme, belum optimalnya strategi kontra-propaganda digital dalam menghadapi narasi terorisme berbasis media sosial, serta belum terbangunnya koordinasi efektif antara TNI, Kementerian Pendidikan, dan aparat penegak hukum. Strategi yang efektif meliputi penguatan pembinaan wawasan kebangsaan di perguruan tinggi, pelaksanaan operasi informasi dan operasi psikologis untuk melawan narasi terorisme, serta pengembangan model koordinasi lintas lembaga berbasis operasi gabungan non-kinetik. Implementasi strategi tersebut diharapkan memperkuat ketahanan nasional, mencegah disintegrasi bangsa, dan meningkatkan efektivitas peran TNI dalam kampanye militer non-kinetik menghadapi ancaman terorisme modern.

Downloads

Published

2026-02-26