STRATEGI PEMBINAAN SATUAN YONIF 200/BN DALAM MELAKSANAKAN OPERASI PENGAMANAN DAERAH RAWAN DI KABUPATEN YALIMO, PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN PERIODE 2023–2024
Keywords:
Pengembangan Satuan, Batalyon Infanteri 200/BN, Operasi Pengamanan Wilayah, Pegunungan PapuaAbstract
Operasi Pengamanan Wilayah di Pegunungan Papua menghadapi permasalahan yang kompleks, meliputi ancaman bersenjata, kondisi morfologi wilayah yang berat, serta dinamika sosial-budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Batalyon Infanteri 200/Bhakti Negara dalam meningkatkan efektivitas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Ops Pamrahwan) di Kabupaten Yalimo periode 2023–2024, mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan, serta merumuskan strategi optimal yang adaptif dan kontekstual.Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen, serta validasi data menggunakan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Batalyon Infanteri 200/BN telah mengintegrasikan unsur pembinaan personel dan karakter prajurit, pengembangan kemampuan operasional dan teritorial yang adaptif, serta dukungan logistik dan ideologis yang bersifat strategis. Namun demikian, keterbatasan infrastruktur, medan operasi yang berat, serta kompleksitas sosial tetap menjadi kendala signifikan. Penelitian ini merekomendasikan model pengembangan satuan yang adaptif berbasis perspektif teritorial, kecerdasan sosial, dan sinergi multipihak guna meningkatkan efektivitas OMSP serta stabilitas keamanan di Pegunungan Papua.