MERANCANG ULANG PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS MILITER MODEL INTEGRATIF ENAM PILAR UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI OPERASIONAL DAN INTEROPERABILITAS TNI ANGKATAN DARAT

Authors

  • Lola Yessy Christina Purba Magister Strategi Pertahanan Darat, Universitas Pertahanan RI Author

Keywords:

pendidikan bahasa Inggris militer, kompetensi operasional, interoperabilitas, STANAG 6001, English for Military Purposes, TNI Angkatan Darat

Abstract

Transformasi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menuju organisasi modern yang memiliki interoperabilitas internasional menuntut kompetensi bahasa Inggris yang mencakup komunikasi profesional dan operasional militer, bukan sekadar kemampuan linguistik umum. Artikel ini menyusun ulang analisis atas penyelenggaraan pendidikan bahasa Inggris di Pusat Pendidikan Pengetahuan Militer dan Umum (Pusdikpengmilum) Kodiklat TNI AD dengan memosisikan temuan lapangan di dalam lanskap literatur internasional tentang Military English, English for Specific Purposes (ESP), task-based language teaching, asesmen STANAG 6001, dan manajemen talenta pendidik. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan data kuesioner sebagai bukti komplementer, dihimpun melalui wawancara, observasi lapangan, telaah dokumen, dan kuesioner terhadap 70 responden yang terdiri atas peserta didik, instruktur, dan pengguna lulusan. Analisis kesenjangan (gap analysis) dan SWOT/TOWS digunakan untuk memetakan kondisi aktual terhadap kondisi ideal serta merumuskan arah strategi. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan sistemik pada lima bidang: kurikulum dan bahan ajar yang belum mutakhir, sarana pembelajaran digital yang terbatas, rekrutmen peserta yang belum sepenuhnya berbasis kompetensi, regenerasi instruktur yang terkendala rotasi personel, serta metode pembelajaran yang masih dominan berpusat pada pengajar. Temuan ini konsisten dengan pola yang dilaporkan pada tinjauan literatur internasional mengenai pendidikan Military English selama tiga dekade terakhir. Artikel ini mengusulkan model transformasi terintegrasi yang menghubungkan enam komponen: rekrutmen berbasis kompetensi, kurikulum English for Military Purposes (EMP), ekosistem pembelajaran digital, standardisasi asesmen empat keterampilan berbasis STANAG 6001, stabilisasi dan regenerasi instruktur, serta pembelajaran berbasis imersi. Kebaruan artikel ini terletak pada penyusunan enam komponen tersebut sebagai satu arsitektur transformasi yang berorientasi pada kompetensi operasional dan interoperabilitas, sekaligus pada upaya menjembatani praktik Pusdikpengmilum dengan kerangka konseptual dan bukti empiris dari literatur pendidikan bahasa militer internasional.

Downloads

Published

2026-08-08