STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PERTAHANAN NASIONAL UNTUK MENGURANGI KETERGANTUNGAN TERHADAP AMUNISI UDARA IMPOR DALAM RANGKA MENDUKUNG OPERASI TNI AU
Abstract
Ketergantungan TNI Angkatan Udara terhadap amunisi udara impor masih sangat tinggi dan secara langsung melemahkan kemandirian pertahanan serta kesiapan operasional saat terjadi gangguan pasokan global. Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif ini, melalui wawancara pemangku kepentingan, observasi lapangan, dan studi kebijakan—menunjukkan bahwa hambatan paling dominan terletak pada keterbatasan teknologi inti amunisi, minimnya fasilitas uji dan sertifikasi nasional, serta lemahnya implementasi kebijakan offset yang belum menghasilkan transfer teknologi signifikan. Rendahnya TKDN, keterbatasan pendanaan litbang, dan sinergi yang belum padu antara pemerintah, industri, dan lembaga riset semakin memperlambat upaya kemandirian. Kolaborasi riset masih parsial, sementara ekosistem inovasi pertahanan belum terintegrasi sehingga industri sulit mencapai kemampuan produksi berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan strategi inti berupa penguatan kolaborasi Triple Helix yang terstruktur, reformulasi offset berbasis transfer teknologi wajib, peningkatan investasi litbang dan infrastruktur produksi, serta penyusunan regulasi yang adaptif dan konsisten. Langkah-langkah ini diperlukan untuk mempercepat kemandirian produksi amunisi udara nasional dan meningkatkan kesiapan operasi TNI Angkatan Udara.