Smart Weapon dan Transformasi Air Power dalam Perang Teluk 1991 (Smart Weapons and the Transformation of Air Power during the 1991 Gulf War)
Keywords:
smart weapon, air power, Perang Teluk, C4ISR, precision warfare.Abstract
Perang Teluk 1991 merupakan salah satu titik balik paling signifikan dalam
sejarah peperangan modern yang ditandai oleh dominasi teknologi persenjataan presisi
atau smart weapon (Lambeth, 1993; Freedman, 1994). Transformasi ini tidak hanya
mengubah cara kekuatan militer dikerahkan, tetapi juga merekonstruksi paradigma air
power dari pendekatan berbasis kuantitas menuju pendekatan berbasis presisi dan
integrasi informasi (U.S. Air Force, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kontribusi elemen riset dan reka cipta dalam pengembangan smart weapon serta
implikasinya terhadap perubahan doktrin militer modern. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis dan analisis tematik
terhadap sumber-sumber akademik dan dokumen militer (Snyder, 2019; Riordan, 2017).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas smart weapon sangat ditentukan oleh
integrasi teknologi GPS, laser guidance, stealth system, serta jaringan komando dan kendali
berbasis informasi (C4ISR) (DoD, 1992; Lambeth, 1993). Sistem ini memungkinkan
peningkatan akurasi serangan sekaligus efisiensi operasi militer secara signifikan.
Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya keterbatasan struktural,
khususnya ketergantungan terhadap validitas intelijen dan risiko kesalahan target yang
berdampak pada korban sipil (Meron, 2000; Kumar, 2024). Oleh karena itu, smart weapon
tidak dapat dipahami semata sebagai produk teknologi, tetapi sebagai hasil interaksi
kompleks antara inovasi ilmiah, sistem informasi, dan doktrin militer.
Downloads
Published
Versions
- 2026-07-02 (2)
- 2026-07-02 (1)