ANALISIS PENGGUNAAN PESAWAT TERBANG PADA PERANG VIETNAM (1955-1975)
Abstract
Analisis ini mengkaji peran dan efektivitas penggunaan pesawat terbang oleh Amerika Serikat dalam Perang Vietnam (1955–1975) untuk menilai sejauh mana Air Power memengaruhi dinamika konflik asimetris. Dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengacu pada literatur serta dokumen resmi guna menilai kontribusi operasional pesawat tempur, pembom strategis, dan helikopter serbu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Amerika Serikat mencapai superioritas udara dan memperoleh keunggulan taktis melalui serangan presisi, gangguan logistik, serta dukungan udara dekat, keunggulan tersebut gagal diwujudkan menjadi kemenangan strategis. Keterbatasan ini terutama disebabkan oleh daya tahan taktik gerilya, kompleksitas medan tropis, serta kurangnya integrasi antara operasi udara dengan pasukan darat dan intelijen lokal. Analisis ini menegaskan bahwa dominasi udara semata tidak cukup dalam perang asimetris tanpa strategi multidimensional yang adaptif, integratif, dan kolaboratif. Studi ini menyimpulkan bahwa pelajaran dari Perang Vietnam tetap relevan bagi pembangunan kekuatan udara modern, termasuk bagi TNI AU, khususnya dalam mengembangkan doktrin dan kemampuan yang fleksibel, terintegrasi, serta responsif terhadap beragam tantangan keamanan.