Analisis Network Centric Warfare dalam Integrasi Sistem Komando dan Kendali TNI Angkatan Udara: Tantangan Armada Multivendor dan Ketahanan Jaringan

Authors

  • Ahmad Ilham Fahrisal Universitas Pertahanan RI Author

Abstract

Konsep Network Centric Warfare (NCW) menuntut integrasi sensor, pengambil keputusan, dan unsur pelaksana ke dalam satu jaringan informasi. Kajian tentang NCW di Indonesia umumnya berhenti pada pernyataan bahwa integrasi "belum optimal" tanpa ukuran kematangan yang jelas dan tanpa memperhitungkan kondisi khas TNI Angkatan Udara (TNI AU), yaitu armada yang berasal dari banyak negara pemasok. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kematangan integrasi sistem komando dan kendali (K2) TNI AU, menjelaskan faktor penghambatnya, dan merumuskan strategi penguatan. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif berbasis dokumen terhadap literatur ilmiah, doktrin, dan sumber resmi, dengan bukti yang dikelompokkan menurut tingkat keandalannya. Penilaian memakai Model Kematangan K2 NATO (N2C2M2) pada empat ranah NCW, yaitu fisik, informasi, kognitif, dan sosial, yang kemudian diturunkan menjadi strategi melalui matriks SWOT–TOWS. Hasil telaah menunjukkan bahwa integrasi K2 TNI AU diperkirakan berada pada tingkat terdekonflik hingga terkoordinasi. Hambatan terbesar berada pada ranah informasi: platform dari blok pemasok yang berbeda tidak dapat bertukar data secara langsung, dan akses terhadap tautan data asing dibatasi oleh negara pemasok. Kebaruan artikel ini terletak pada tiga hal: penilaian kematangan berbasis bukti per ranah, konsep "utang integrasi" yang lahir dari diversifikasi pemasok, dan prinsip degradasi terkendali agar jaringan K2 tetap berfungsi saat terganggu. Penelitian ini merekomendasikan lapisan interoperabilitas berdaulat berupa standar data link dan gateway nasional, peta jalan bertahap dengan indikator gerbang, serta latihan operasi dalam kondisi jaringan terdegradasi.

Downloads

Published

2026-10-10

How to Cite

Analisis Network Centric Warfare dalam Integrasi Sistem Komando dan Kendali TNI Angkatan Udara: Tantangan Armada Multivendor dan Ketahanan Jaringan. (2026). Peperangan Asimetris, 12(2). https://fsp.jurnalmultikademia.online/pa/article/view/230