Evaluasi Etis Koordinasi TNI-Polri Pasca Teror Mako Brimob dan Katedral Makassar
Keywords:
Evaluasi Etis, Koordinasi TNI-Polri, Terorisme, Hard Power and Soft Power, Mako Brimob, Katedral MakassarAbstract
Koordinasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan pilar krusial dalam penanganan terorisme di Indonesia. Penelitian ini melakukan evaluasi etis terhadap koordinasi TNI-Polri pasca dua peristiwa teror, yaitu Serangan Mako Brimob (2018) dan Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar (2021). Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui studi kasus komparatif dan analisis dokumen, penelitian ini mengkaji pendekatan hard power dan soft power yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua insiden tersebut menguji dinamika koordinasi dengan cara yang berbeda. Serangan Mako Brimob didominasi respons hard power yang menimbulkan pertanyaan tentang optimalisasi koordinasi teknis. Sebaliknya, serangan di Makassar memicu respons yang lebih terintegrasi, meski tantangan dalam implementasi soft power seperti deradikalisasi dan kontra-radikalisasi masih nyata. Simpulan penelitian ini menekankan perlunya kerangka etis operasional yang jelas untuk memandu koordinasi TNI-Polri, menyeimbangkan imperatif keamanan (hard power) dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan pencegahan jangka panjang (soft power).
Downloads
Published
Versions
- 2025-10-27 (2)
- 2025-10-27 (1)