Membangun Karakter Kebangsaan Melalui Iman dan Kesadaran: Kontribusi Umat Beragama dalam Bela Negara Menuju Indonesia Emas 2045

Authors

  • Muhamad Padhil Universitas Pertahanan RI Author

Keywords:

bela negara; karakter kebangsaan; moderasi beragama; soft power; ketahanan nasional.

Abstract

Artikel ini menegaskan bahwa pembangunan karakter kebangsaan berbasis iman dan kesadaran bela negara merupakan fondasi keamanan nasional jangka panjang Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Argumen utama tulisan ini: (1) bela negara di era ancaman asimetris tidak lagi monopoli militer, melainkan proyek etis-kognitif yang melibatkan umat beragama sebagai penghasil narasi tanding terhadap ekstremisme; (2) pendidikan kewargaan (PPKn/civic education), pendidikan karakter Pancasila, dan moderasi beragama berperan langsung dalam mencegah radikalisasi dan memperkuat kohesi nasional (Kustati et al., 2023; Nurdin, 2015; Hasbi, 2023; Yuniarto et al., 2024) ; (3) negara wajib mengembangkan soft power yang etis—bukan sekadar represif—untuk menghadapi ancaman kognitif kelompok ekstremis (Nye, 1990; van Es, 2021; Intan, 2022) ; dan (4) kolaborasi negara–komunitas keagamaan–masyarakat sipil harus dijalankan secara plural, adil gender, dan akuntabel agar tidak berubah menjadi instrumentalisasi agama yang justru merusak legitimasi negara sendiri . Secara metodologis, tulisan ini menggabungkan kerangka soft power, sekuritisasi, pendidikan karakter, dan ketahanan nasional untuk merumuskan model Bela Negara Berbasis Iman sebagai infrastruktur sosial menuju 2045.

Downloads

Published

2025-10-29 — Updated on 2025-10-29

Versions

How to Cite

Membangun Karakter Kebangsaan Melalui Iman dan Kesadaran: Kontribusi Umat Beragama dalam Bela Negara Menuju Indonesia Emas 2045. (2025). Peperangan Asimetris, 11(2). https://fsp.jurnalmultikademia.online/pa/article/view/71