INTEGRASI AIR POWER DAN SEA POWER DALAM PERTAHANAN MARITIM INDONESIA: TRANSFORMASI RADAR TNI AU MENJADI ENABLER PENGENDALIAN LAUT

Authors

  • Ronald Sitorus Universitas Pertahanan RI Author

Keywords:

Air Power, Sea Power, radar terintegrasi, maritime domain awareness, sea control, sensor fusion, pertahanan maritim, Indonesia

Abstract

Sebagai negara kepulauan yang ruang strategisnya didominasi laut, efektivitas pertahanan Indonesia tidak dapat dibangun melalui pemisahan konseptual antara kekuatan udara dan kekuatan laut. Artikel ini merevisi fokus integrasi radar TNI AU dengan menempatkannya dalam kerangka hubungan Air Power–Sea Power: bagaimana superioritas informasi udara, pengawasan berbasis radar, airborne intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR), serta jejaring komando dan kendali dapat meningkatkan maritime domain awareness, perlindungan armada, sea denial, dan sea control. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi dokumen, literatur internasional, dan reinterpretasi atas temuan awal mengenai blank spot, interoperabilitas radar sipil–militer, kompetensi operator, distribusi informasi real-time, dan keamanan siber. Kerangka analisis menggabungkan teori Air Power, Sea Power, network-centric warfare, multi-domain operations, dan sensor fusion. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi utama Air Power terhadap Sea Power bukan semata serangan udara terhadap sasaran maritim, melainkan perluasan horizon penginderaan, pemendekan kill chain, pembentukan recognized maritime picture, perlindungan kekuatan laut dari ancaman udara dan rudal, serta penyediaan targeting-quality data lintas matra. Kebaruan artikel terletak pada konsep Air-Enabled Sea Control (AESC), yaitu mekanisme di mana sensor dan C2 udara mengubah ruang laut dari wilayah yang hanya “dipatroli” menjadi battlespace yang dapat dipahami, diprioritaskan, dan direspons secara lintas domain. Bagi Indonesia, implikasinya adalah perlunya federasi sensor TNI AU–TNI AL–Bakamlа–AirNav/sensor sipil, arsitektur data bersama, standar interoperabilitas, penguatan radar pesisir dan over-the-horizon, airborne early warning, UAV maritim, serta cyber-resilient command and control.

Downloads

Published

2026-08-16

How to Cite

Ronald Sitorus. (2026). INTEGRASI AIR POWER DAN SEA POWER DALAM PERTAHANAN MARITIM INDONESIA: TRANSFORMASI RADAR TNI AU MENJADI ENABLER PENGENDALIAN LAUT. Strategi Pertahanan Laut, 12(1). https://fsp.jurnalmultikademia.online/spl/article/view/246