Penggunaan Pesawat UAV CH-4 dalam Pengamanan Perairan Laut Cina Selatan pada Fungsi Intelligence
Keywords:
UAV CH-4, Intelligence, ISR, Air Power, Network Centric Warfare, SWOTAbstract
Meningkatnya dinamika keamanan di kawasan Laut Cina Selatan menimbulkan tantangan yang semakin kompleks terhadap kepentingan nasional Indonesia, khususnya di wilayah Natuna Utara. Kondisi tersebut menuntut kemampuan deteksi dini, pengawasan berkelanjutan, serta penguasaan informasi yang didukung oleh sistem Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR). Salah satu platform yang dimiliki TNI Angkatan Udara untuk mendukung fungsi tersebut adalah pesawat Unmanned Aerial Vehicle (UAV) CH-4 yang dioperasikan Skadron Udara 52 Lanud Raden Sadjad. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi operasional UAV CH-4 dalam pelaksanaan fungsi intelligence, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penggunaannya, serta merumuskan strategi peningkatan penggunaan UAV CH-4 dalam mendukung pengamanan wilayah Laut Cina Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui studi literatur, wawancara, kuesioner, dan analisis SWOT, yang diperkaya dengan tinjauan pustaka mutakhir periode 2022–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UAV CH-4 memiliki kemampuan strategis sebagai platform ISR melalui endurance yang tinggi, cakupan pengawasan yang luas, kemampuan transmisi data real-time, dan risiko operasi personel yang rendah. Namun demikian, efektivitas penggunaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan interoperabilitas sistem, integrasi komando dan kendali, kapasitas sumber daya manusia, dukungan logistik, serta belum optimalnya pengolahan informasi menjadi produk intelligence. Analisis SWOT menunjukkan posisi organisasi berada pada Kuadran I sehingga strategi agresif menjadi alternatif yang paling sesuai melalui optimalisasi kemampuan ISR, penguatan integrasi berbasis Network Centric Warfare, modernisasi sistem UAV, peningkatan kompetensi personel, serta penguatan dukungan logistik dan infrastruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan penggunaan UAV CH-4 perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan kemampuan platform, tetapi juga pada penguatan sistem intelligence yang terintegrasi guna mewujudkan dominasi informasi dalam mendukung pengamanan wilayah Laut Cina Selatan.