Interoperabilitas Komunikasi Pesawat CN-235 dengan Kapal Perang Republik Indonesia dalam Mendukung Operasi Gabungan TNI
Keywords:
interoperabilitas, komunikasi, operasi gabungan TNI, Pesawat CN-235, KRIAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat interoperabilitas komunikasi antara pesawat CN-235 dengan KRI, menganalisis kendala-kendala yang dihadapi dalam komunikasi antara pesawat CN-235 dengan KRI, dan menganalisis solusi serta strategi untuk meningkatkan interoperabilitas komunikasi antara CN-235 dan KRI dalam mendukung operasi gabungan TNI. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan studi kasus, fokus pada interoperabilitas sistem komunikasi antara pesawat CN-235 TNI Angkatan Laut dengan KRI. Sistem komunikasi yang dianalisis mencakup radio VHF/UHF, system satelit (SATCOM), dan data link (Link-Y atau Link 16). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pakar militer, tinjauan literatur, dan analisis dokumen strategis. Hasil penelitian mengenai interoperabilitas komunikasi antara Pesawat CN-235 dengan KRI dalam Latihan Gabungan TNI menunjukkan bahwa tingkat integrasi berada pada kategori belum optimal. Temuan ini memperlihatkan bahwa sistem komunikasi radio VHF/UHF masih menjadi tulang punggung pertukaran informasi taktis, seperti laporan posisi, identifikasi kontak, dan koordinasi manuver. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi adanya kendala strategis, logistik, teknis, dan operasional yang turut memengaruhi efektivitas interoperabilitas. . Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini juga menekankan pentingnya solusi yang bersifat komprehensif, antara lain melalui program modernisasi bertahap sistem komunikasi, peningkatan kompetensi personel melalui pelatihan khusus, penguatan keamanan siber, serta perbaikan struktur organisasi dan pembagian tugas dalam operasi gabungan. Berdasarkan hasil analisis SWOT mengenai strategi interoperabilitas komunikasi antara pesawat CN235 dan KRI dalam operasi gabungan TNI, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan interoperabilitas tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh faktor organisasi, sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap dinamika ancaman modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan interoperabilitas komunikasi CN235–KRI hanya dapat dicapai melalui kombinasi antara pemanfaatan kekuatan internal dan perbaikan kelemahan struktural.