DOKTRIN “PERISAI TRISULA NUSANTARA” DALAM SISHANKAMRATA UNTUK MENGHADAPI ANCAMAN MULTI-DOMAIN

Authors

  • Muhammad Halkis Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Author
  • Oktaheroe Ramsi Universitas Pertahanan RI Author

Keywords:

Perisai Trisula Nusantara, Strategi Pertahanan,, Multi-Domain Warfare, TNI, Sishankamrata

Abstract

Tujuan – Transformasi lingkungan strategis global telah mendorong perubahan fundamental dalam karakter ancaman terhadap kedaulatan negara. Ancaman kontemporer tidak lagi terbatas pada bentuk konvensional, tetapi telah berkembang menjadi ancaman multidimensional yang melibatkan domain darat, laut, udara, siber, elektromagnetik, informasi, kognitif, hingga antariksa. Merespons transformasi tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperkenalkan Doktrin Perisai Trisula Nusantara (PTN) pada tahun 2026 sebagai doktrin induk baru yang menggantikan Tri Dharma Eka Karma (Tridek). Penelitian ini bertujuan menganalisis secara kritis kedudukan dan implementasi Doktrin PTN dalam memperkuat Sitem Pertahanan dan Kemanan Rakyat Semesta menghadapi ancaman multi-domain. Metodologi – Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi dokumen, analisis konseptual, dan benchmarking doktrinal terhadap literatur strategis internasional mengenai multi-domain operations (MDO), perang hibrida, perang siber, kecerdasan buatan pertahanan, serta dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa PTN menghadirkan transformasi doktrinal signifikan melalui tiga elemen utama, yaitu Strategi Defensif Aktif, operasi multi-domain, dan penguatan prinsip PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, Adaptif). Secara konseptual, PTN memiliki konvergensi tinggi dengan kerangka MDO internasional, namun juga menyisakan sejumlah kesenjangan struktural, terutama pada mekanisme sinkronisasi lintas domain, peta jalan teknologi siber-elektromagnetik-antariksa, serta jalur validasi empiris berbasis pemodelan dan simulasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi empat tantangan utama implementasi, yaitu keterbatasan interoperabilitas antarmatra, kesenjangan modernisasi alutsista, lemahnya integrasi komponen cadangan (Komcad/Komduk), dan belum optimalnya transformasi digital pertahanan nasional. Implikasi Praktis – Temuan penelitian ini memberikan basis kebijakan bagi TNI, Kementerian Pertahanan, dan lembaga terkait untuk memprioritaskan penguatan doktrin turunan, program pemodelan-simulasi pertahanan, serta kelembagaan riset pertahanan yang terintegrasi. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini merupakan salah satu kajian akademik awal yang menganalisis PTN secara kritis dan komprehensif dengan membenturkannya pada kerangka teori operasi multi-domain internasional, sekaligus merumuskan agenda penelitian lanjutan bagi pengembangan ekosistem pertahanan semesta Indonesia berbasis teknologi tinggi.

Downloads

Published

2026-07-04 — Updated on 2026-07-04

Versions