Archives
-
Pembinaan Teritorial
Vol. 11 No. 1 (2025)Artikel ini membahas fenomena perang gerilya dalam konteks peperangan modern, di mana strategi non-konvensional tetap relevan di tengah dominasi persenjataan canggih dan teknologi informasi. Perang gerilya tidak hanya dilihat sebagai taktik militer kelompok kecil melawan kekuatan besar, tetapi juga sebagai bagian dari strategi perang asimetris yang memanfaatkan lingkungan sosial, politik, dan geografis. Analisis difokuskan pada bagaimana doktrin perang gerilya berkembang dari masa klasik hingga era kontemporer, termasuk adaptasinya terhadap perang hibrida, operasi informasi, dan penggunaan teknologi digital. Artikel ini juga menyoroti kasus-kasus empiris di berbagai belahan dunia yang menunjukkan keberhasilan maupun keterbatasan perang gerilya, serta relevansinya dalam konteks pertahanan Indonesia. Dengan demikian, tulisan ini memberikan perspektif strategis mengenai posisi perang gerilya dalam tata perang modern yang semakin kompleks.
-
Pertahanan Strategis
Vol. 12 No. 1 (2026)Edisi ini mengangkat tema Pertahanan Strategis sebagai respons terhadap dinamika lingkungan keamanan global yang semakin kompleks, multidimensional, dan tidak linier. Perubahan konfigurasi geopolitik, percepatan perkembangan teknologi militer, ancaman hybrid, serta eskalasi konflik kawasan menuntut perumusan strategi pertahanan yang adaptif, integratif, dan berorientasi jangka panjang. Pertahanan tidak lagi dipahami semata sebagai kekuatan militer konvensional, melainkan sebagai sistem nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa dalam kerangka pertahanan semesta.
Berbagai artikel dalam edisi ini membahas transformasi doktrin, penguatan kapasitas pertahanan berbasis teknologi, integrasi domain darat, laut, udara, siber, dan ruang angkasa, serta pentingnya ketahanan nasional sebagai fondasi pertahanan strategis. Kajian-kajian yang disajikan juga menyoroti relevansi kebijakan pertahanan Indonesia dalam menghadapi dinamika Indo-Pasifik dan tantangan keamanan non-tradisional.
Melalui pendekatan multidisipliner dan analisis berbasis kebijakan, edisi ini diharapkan dapat memperkaya diskursus akademik sekaligus memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan konsep, doktrin, dan implementasi pertahanan nasional yang berkelanjutan.
-
Moderenisasi doktrin Strategi
Vol. 11 No. 2 (2025)Modernisasi doktrin strategi merupakan upaya komprehensif untuk menyesuaikan pemikiran, konsep, dan prinsip dasar pertahanan dengan dinamika lingkungan strategis kontemporer. Perubahan lanskap geopolitik, kemajuan teknologi, serta kompleksitas ancaman multidimensi—mulai dari perang konvensional, asimetris, hingga ancaman siber dan hybrid—menuntut pembaruan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga konseptual dan filosofis. Doktrin strategi yang dimodernisasi harus mampu menjawab tantangan era baru dengan menekankan fleksibilitas, interoperabilitas, dan ketahanan nasional. Hal ini mencakup integrasi antara kekuatan militer, diplomasi, ekonomi, dan teknologi dalam suatu kerangka grand strategy yang adaptif. Selain itu, modernisasi doktrin juga menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan berbasis teknologi, serta internalisasi nilai-nilai kebangsaan agar strategi yang dirumuskan tidak sekadar reaktif, tetapi proaktif dan visioner.
-
Doktrin Sishankamrata
Vol. 12 No. 2 (2026)Edisi Jurnal Strategi Pertahanan Semesta Volume 12 Nomor 2 Tahun 2026 mengangkat tema Pembaharuan Doktrin TNI dalam Menghadapi Ancaman Strategis Kontemporer. Perubahan lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang semakin dinamis menuntut transformasi paradigma pertahanan Indonesia. Ancaman tidak lagi terbatas pada perang konvensional, tetapi juga mencakup ancaman multidimensi seperti perang siber, perang informasi, ancaman hibrida, terorisme, konflik kawasan, serta eskalasi persaingan geopolitik global.
Pembaharuan doktrin TNI menjadi kebutuhan strategis untuk memastikan kesiapan pertahanan nasional yang adaptif, responsif, dan terintegrasi. Doktrin baru TNI diharapkan mampu memperkuat kemampuan operasi multidomain yang mencakup matra darat, laut, udara, siber, elektromagnetik, hingga ruang angkasa. Selain itu, modernisasi doktrin juga menuntut penguatan interoperabilitas antarmatra, peningkatan kapasitas teknologi pertahanan, serta penguatan sinergi dengan seluruh komponen pertahanan negara.
Edisi ini menghadirkan berbagai artikel yang membahas perkembangan konsep pertahanan modern, transformasi doktrin militer, tantangan strategis kawasan Indo-Pasifik, serta inovasi kebijakan pertahanan nasional. Melalui kajian akademik dan analisis strategis yang komprehensif, jurnal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pemikiran strategis pertahanan Indonesia.