STRATEGI ASIMETRIS SEBAGAI JALAN PERTAHANAN NEGARA BERKEKUATAN MENENGAH: REFLEKSI FILSAFAT PERTAHANAN BAGI INDONESIA
Keywords:
strategi asimetris, negara berkekuatan menengah, Sishankamrata, filsafat pertahanan, total defence, industri pertahananAbstract
Indonesia sebagai negara berkekuatan menengah menghadapi spektrum ancaman asimetris yang semakin kompleks, mulai dari terorisme, perang ideologi, hingga serangan siber terhadap infrastruktur kritis dan data pribadi. Ketidakseimbangan kekuatan dengan negara-negara besar di kawasan Indo-Pasifik menjadikan strategi asimetris sebagai pilihan rasional sekaligus filosofis untuk mengelola keterbatasan kemampuan konvensional. Artikel ini mengelaborasi strategi asimetris sebagai jalan pertahanan negara berkekuatan menengah dengan memperkaya perspektif melalui literatur internasional bereputasi mengenai peperangan asimetris, hibriditas ancaman, teori negara berkekuatan menengah, dan konsep total defence, serta menautkannya dengan kerangka Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) bagi Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain kajian literatur dan analisis konseptual terhadap sumber primer dan sekunder, baik nasional maupun internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sishankamrata memiliki kemiripan struktural dengan model total defence yang dikembangkan negara-negara Eropa Utara, sekaligus memiliki kekhasan filosofis yang berakar pada Pancasila dan bela negara. Di era revolusi industri 4.0, penguatan industri pertahanan dan integrasi teknologi membuka peluang modernisasi kapasitas asimetris Indonesia, namun menuntut tata kelola yang etis dan akuntabel. Artikel ini menyimpulkan bahwa strategi asimetris perlu diposisikan sebagai orientasi filosofis pertahanan Indonesia yang menempatkan ketahanan moral, sosial, dan kognitif bangsa sebagai pusat daya tangkal nasional.
Downloads
Published
Versions
- 2026-07-10 (2)
- 2026-07-09 (1)