STRATEGI PENTAHELIX DALAM OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP) (STUDI KASUS DI KODIM 1807/SORONG SELATAN)
Keywords:
Pertahanan Teritorial, OMSP, Kodim 1807/Sorong Selatan, Konflik Sosial, ancaman nonmiliterAbstract
Ketahanan teritorial merupakan aspek fundamental dalam sistem pertahanan negara yang menekankan keterlibatan seluruh komponen bangsa. Di wilayah Papua Barat Daya, khususnya Kabupaten Sorong Selatan, dinamika sosial politik dan kerawanan konflik menjadikan daerah ini rentan terhadap ancaman nonmiliter seperti separatisme, konflik horizontal, dan radikalisme. Kodim 1807/Sorong Selatan sebagai satuan teritorial TNI AD memegang peranan strategis dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk menjaga stabilitas wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pertahanan teritorial Kodim 1807/Sorong Selatan dalam menghadapi ancaman nonmiliter serta kontribusinya terhadap ketahanan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aparat TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta analisis dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kodim difokuskan pada pembinaan teritorial, penguatan ketahanan wilayah, dan pelaksanaan operasi bhakti TNI. Program komunikasi sosial dengan masyarakat berhasil memperkuat kohesi sosial, sementara operasi bhakti memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan legitimasi TNI di mata masyarakat. Kendati terdapat keterbatasan sumber daya dan tantangan koordinasi lintas sektor, strategi ini terbukti efektif dalam mereduksi potensi konflik serta meningkatkan resiliensi sosial. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, agama, dan masyarakat sipil menjadi kunci keberhasilan strategi pertahanan teritorial di wilayah rawan konflik
Published
Versions
- 2025-10-08 (2)
- 2025-10-08 (1)