STRATEGI OPERASI MILITER SELAIN PERANG (OMSP) KODAM XIII/MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT SULAWESI UTARA
Keywords:
OMSP, Kodam XIII/Merdeka, Ketahanan Sosial, Multikulturalisme, Strategi PertahananAbstract
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keragaman etnis, agama, dan budaya memiliki potensi strategis sekaligus kerentanan sosial apabila tidak dikelola secara tepat. Sulawesi Utara, sebagai wilayah perbatasan dengan Filipina, menempati posisi geopolitik yang penting namun menghadapi tantangan kompleks berupa mobilitas penduduk, infiltrasi ideologi, serta ancaman lintas batas. Dalam konteks tersebut, Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dilaksanakan Kodam XIII/Merdeka menjadi instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat serta menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aktual Kodam XIII/Merdeka dalam pelaksanaan OMSP serta merumuskan strategi yang ditempuh guna meningkatkan ketahanan sosial masyarakat di Sulawesi Utara. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pemangku kepentingan dari unsur regulator, operator, dan tokoh masyarakat/ahli. Hasil penelitian mengungkap bahwa Kodam XIII/Merdeka melaksanakan OMSP dengan pendekatan preventif dan humanis melalui pembinaan teritorial, komunikasi sosial, serta sinergi lintas sektor. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya, kondisi geografis yang menantang, serta dinamika sosial yang kompleks. Strategi efektif diwujudkan melalui kolaborasi multi-stakeholder, penguatan nilai multikulturalisme, serta optimalisasi Sistem Pertahanan Rakyat Semesta. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi OMSP Kodam XIII/Merdeka berkontribusi signifikan terhadap peningkatan ketahanan sosial masyarakat di Sulawesi Utara. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi akademis bagi pengembangan ilmu pertahanan serta menjadi rujukan praktis dalam perumusan kebijakan pertahanan non-militer di wilayah multikultural Indonesia.
Published
Versions
- 2025-10-08 (2)
- 2025-10-08 (1)