Sinergi Teritorial TNI–Polri dalam Pencegahan Radikalisasi Berbasis Komunitas: Studi Kasus Kota Solo

Authors

  • Dedy Indriyanto Author

Keywords:

Sinergi TNI–Polri, Pembinaan Teritorial, Pencegahan Radikalisasi, Keamanan Berbasis Komunitas, Countering Violent Extremism (CVE)

Abstract

Fenomena radikalisasi dan ekstremisme kekerasan di Indonesia menunjukkan pola yang semakin dinamis dengan keterlibatan jaringan kecil, individu mandiri, serta intensifikasi propaganda digital. Kota Solo menjadi salah satu wilayah strategis dalam sejarah pergerakan radikal di Indonesia sekaligus laboratorium sosial dalam upaya pencegahan radikalisasi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk sinergi teritorial TNI–Polri dalam pencegahan radikalisasi di Solo, mengidentifikasi tantangan implementasi di tingkat lapangan, serta merumuskan model konseptual yang dapat memperkuat upaya keamanan komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Babinsa dan Bhabinkamtibmas berjalan melalui pendekatan kehadiran sosial (social embeddedness), pemetaan intelijen sosial, forum keagamaan dan komunitas, edukasi moderasi beragama, serta pendampingan keluarga rentan dan eks-napiter. Tantangan ditemui dalam bentuk ego sektoral, keterbatasan kapasitas literasi digital aparat teritorial, dan evolusi pola radikalisasi berbasis ruang digital tertutup. Penelitian ini menawarkan konsep Territorial Co-Security Model, yang menekankan ko-produksi keamanan melalui integrasi aparatur negara, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam membangun ketahanan sosial, identitas keagamaan moderat, serta mekanisme deteksi dini berbasis komunitas. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian security governance, pencegahan ekstremisme, dan praktik pembinaan teritorial dalam konteks ancaman non-militer kontemporer. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan SOP kolaborasi TNI–Polri, pelatihan literasi digital, pembentukan pusat ketahanan sosial lokal, dan penguatan kontra-narasi keagamaan di ruang publik dan digital.

Downloads

Published

2025-11-04